InsektisidaAbacel 18EC 250ml - Abamectin 18 g/l. Rp 67.000. Quantity Price; 1 - 4: Rp 67.000: 5 - 19: Rp 66.000: 20 - 39 Unduh PDF Unduh PDF Siapa pun yang banyak berada di luar ruangan saat musim penyebaran nyamuk atau yang memiliki kebun pasti mengetahui pentingnya mengendalikan serangga di sekitar rumah. Namun, tidak semua orang senang menggunakan insektisida kimia sintetis. Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membuat sendiri insektisida alami di rumah. Sebagian besar “resep” insektisida ini membutuhkan bahan-bahan sederhana yang bisa ditemukan di rumah sehingga mudah dibuat dan efektif membasmi serangga seperti kutu, kumbang, dan tungau. Kuncinya adalah penggunaannya karena agar dapat membunuh secara efektif, serangga harus terkena insektisida secara langsung. Bahan 950 ml air 20 ml sabun cair 2 sendok teh 10 ml minyak mimba atau neem opsional 1 sendok teh 5 ml cuka apel opsional 1 umbi bawang putih, kupas kulitnya 950 ml air, bagi menjadi beberapa bagian 1 ¼ sendok makan 20 ml sabun cair 3 sendok makan 45 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar, seperti cabai cayenne, jalapeno, atau habanero 4 liter air Beberapa tetes sabun pencuci piring 1 umbi bawang putih 1 buah bawang bombai kecil 1 sendok teh 5 gram bubuk cabai cayenne atau cabai bubuk biasa 950 ml air 1 sendok makan 15 ml sabun pencuci piring 500 gram daun tomat yang sudah dicacah 950 ml air 1 Carilah lubang pada daun. Ada beberapa jenis serangga yang bermasalah di kebun, termasuk ulat dan kumbang yang menggigiti dan membuat lubang pada daun. Jenis serangga ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada tanaman sehingga Anda perlu mengambil langkah untuk membasminya. Selain menggunakan insektisida, Anda juga bisa secara langsung membuang atau membasmi ulat dan kumbang di kebun dengan tangan. Ambil serangga dari tanaman menggunakan jari dan jatuhkan ke dalam ember berisi air sabun.[1] 2 Periksa daun yang mengalami perubahan warna. Warna putih, kuning, atau kecokelatan pada daun dapat menandakan gangguan atau serangan dari serangga seperti tungau atau kutu pada kebun. Kedua serangga tersebut mengisap sari tanaman dan menyebabkan perubahan warna pada daun sehingga tanaman mati. Saat membasmi kutu thrip dan tungau, semprotkan insektisida pada daun, tunas, dan tanah di sekitar tanaman.[2] Kutu thrip merupakan serangga kecil bersayap dengan tubuh ramping. 3 Periksa gangguan atau perubahan bentuk pada daun. Distorsi bentuk seperti daun yang mengeriting atau berbonggol dapat menandakan adanya hama wereng, pianggang, dan kutu di kebun. Serangga-serangga ini mengisap getah tanaman sehingga mengubah bentuk daun dan membuatnya gugur. Serangga seperti ini dapat ditangani dengan menyemprotkan air pada tanaman. Namun, gunakan insektisida untuk gangguan yang lebih serius.[3] 4 Perhatikan titik-titik berwarna hitam, putih, dan kuning pada tanaman. Jamur dan organisme sejenisnya dapat merusak tanaman. Secara spesifik, jamur hitam, embun tepung, dan jamur berbulu dapat menimbulkan bulu-bulu halus atau titik-titik putih pada daun.[4] Masalah ini tidak disebabkan oleh serangga sehingga tidak dapat ditangani dengan insektisida. Langkah terbaik untuk menangani masalah ini adalah mencegah perkembangan jamur dengan menyiram tanaman dari bawah agar dedaunan tidak basah. Cabut daun-daun yang rusak atau menunjukkan tanda-tanda gangguan jamur. 1 Pilihlah air lunak atau air suling. Jenis air yang paling efektif untuk digunakan adalah air lunak. Jika air keran Anda merupakan air lunak, Anda bisa menggunakannya untuk membuat insektisida berbahan dasar sabun. Jika tidak, gunakan air suling dengan kandungan mineral yang sudah dihilangkan. Mineral dalam air sadar membuat sabun tidak dapat larut sehingga semprotan menjadi kurang efektif.[5] 2 Pilihlah sabun pencuci tangan atau sabun pencuci piring. Sabun telah banyak digunakan untuk mengendalikan beragam serangga di kebun. Jenis sabun yang ideal untuk digunakan adalah sabun cair, seperti sabun castile mis. produk Dr. Bronner, sabun cair pencuci tangan, atau sabun pencuci piring mis. Mama Lemon. Hindari sabun bubuk, sabun batangan, dan detergen. Serangga-serangga yang dapat dikendalikan dengan sabun cair adalah[6] Kutu Kumbang Jepang Japanese beetle Tungau laba-laba spider mite Kutu putih Kepik Boxelder Boxelder bug Kutu kebul whitefly Kutu loncat Lipas atau kecoak Serangga sisik 3Campurkan sabun dengan air. Tuangkan air ke dalam mangkuk besar. Tambahkan sabun cair dan aduk campuran secara hati-hati untuk melarutkan sabun dalam air. Jangan mengaduk campuran terlalu cepat atau kuat agar busa tidak sampai muncul. Yang harus Anda lakukan hanya melarutkan sabun dalam air. [7] 4 Masukkan bahan-bahan tambahan jika mau. Ada beberapa bahan yang bisa ditambahkan ke insektisida sabun untuk meningkatkan efektivitasnya dalam membasmi beragam serangga dan masalah di kebun. Dua bahan yang paling terkenal adalah minyak mimba neem poil dan cuka. Minyak mimba merupakan insektisida turunan tanaman yang efektif mengendalikan kumbang, cacing kubis, beet armyworms, agas, dan kutu thrip. [8] Minyak ini juga membuat sisa sabun tetap menempel pada daun, serangga, dan telur-telurnya. Cuka apel efektif melawan embun tepung, penyakit jamur yang memengaruhi banyak tanaman.[9] 5 Pindahkan campuran ke botol semprotan. Masukkan corong ke mulut botol semprotan. Tuangkan campuran sabun ke botol dan lepaskan corong. Pasang kembali penutup botol. Dengan botol semprotan, Anda bisa menggunakan campuran secara langsung pada serangga di tanaman dengan lebih mudah.[10] Untuk menyimpan sisa insektisida, pindahkan campuran ke wadah kedap udara dan tempatkan wadah di tempat bersuhu ruangan hingga maksimal 1 tahun. 1 Buatlah pure bawang putih dengan air suling. Masukkan semua siung bawang putih yang sudah dikuliti ke dalam blender atau alat pemroses makanan. Tambahkan 250 ml air sulit. Haluskan campuran selama 1-2 menit hingga menjadi pasta lembut.[11] Bawang putih mengandung zat belerang yang dapat mengusir berbagai serangga. Dengan menambahkan bawang putih ke dalam insektisida berbahan dasar sabun, Anda bisa membunuh serangga dan mengusirnya agar tidak kembali ke kebun. Jika Anda tidak memiliki blender atau alat pemroses makanan, campurkan bawang putih dan air dalam stoples kaca dan gunakan blender tangan untuk menghaluskannya. Jika Anda tidak memiliki alat penghalus bahan makanan, cincang bawang putih dengan pres bawang atau pisau tajam. 2Tambahkan sisa air. Tuangkan 700 ml air ke dalam blender. Haluskan kembali selama 1-2 menit untuk melembutkan bawang putih dan mencampurkan zat belerang dari bawang putih dengan air. 3 Campurkan sabun dan air bawang putih dalam stoples kaca. Tuangkan air bawang putih ke dalam stoples kaca besar. Tambahkan sabun dan dengan hati-hati aduk campuran. Pastikan Anda hanya melarutkan sabun dengan air dan tidak sampai membuat busa. Pasang kembali tutup stoples jenis sabun yang cocok untuk mengendalikan serangga adalah sabun cair pencuci tangan, sabun castile, dan sabun pencuci piring. 4Diamkan campuran semalaman. Tempatkan stoples berisi campuran di atas meja dan diamkan selama 12-14 jam. Dengan mendiamkannya, bawang putih dapat mengeluarkan zat belerang pengusir serangga dan mencampurkannya dengan air.[12] 5 Saring campuran dan masukkan ke dalam botol. Tempatkan kain saringan tahu cheesecloth di dalam saringan kasa halus, dan masukkan saringan tersebut ke dalam mangkuk besar. Tuangkan campuran bawang putih ke dalam saringan agar air turun ke dalam mangkuk di bawahnya. Setelah itu, pindahkan air bawang putih ke dalam botol semprotan dan pasang tutup botol.[13] Sisa campuran dapat disimpan di dalam wadah kedap udara, di dalam kulkas. Karena mengandung bawang putih, gunakan insektisida ini dalam seminggu.[14] 1Masukkan 4 liter air ke dalam panci. Pastikan panci cukup besar untuk mendidihkan air tanpa tumpah. Anda perlu mendidihkan campuran dalam waktu yang cukup lama.[15] 2Tambahkan 3 sendok makan 15 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar yang suda dipotong-potong. Anda bisa menggunakan cabai cayenne, jalapeno, atau habanero atau cabai merah dan cabai rawit biasa. Aduk cabai dengan air.[16] 3 Rebus campuran selama 15 menit. Perebusan mempercepat proses pembuatan insektisida karena panas membantu mengeluarkan minyak cabai dan mencampurkannya dengan air. Perhatikan panci saat merebus cabai kering agar air tidak sampai meluap.[17] Pastikan Anda mengenakan sarung tangan saat memegang cabai. 4 Matikan api dan diamkan campuran selama 24 jam. Air akan bercampur dengan minyak dan kandungan cabai sehingga menjadi mau, Anda tidak perlu merebus cabai dan bisa merendam cabai dalam air selama 36-48 jam.[18] 5Saring cabai dari air menggunakan kain saringan tahu. Tempatkan mangkuk bersih di bawah kain, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan. Sekarang hanya ada campuran cabai yang tersisa di dalam mangkuk.[19] 6Tambahkan beberapa tetes sabun pencuci piring. Sabun membantu insektisida agar tetap menempel pada tanaman sehingga dapat bekerja. Anda tidak perlu menambahkan banyak sabun; cukup beberapa tetes saja.[20] 7Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Botol semprotan memudahkan Anda saat menggunakan insektisida pada tanaman. Pastikan Anda melabeli botol agar bisa mengingat atau mengetahui isinya.[21] 1Haluskan satu umbi bawang putih hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Gunakan lumpang dan alu atau sendok dan mangkuk untuk menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta.[22] 2 Lembutkan bawang bombai kecil hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam blender dan haluskan.[23] Jika Anda tidak memiliki blender, Anda bisa menghaluskan bawang bombai secara manual menggunakan alat pemotong sayur. 3Campurkan bawang putih dan bawang bombai. Tambahkan pasta bawang putih ke dalam blender dan campurkan kedua bahan. Sekarang Anda memiliki cairan atau pasta kental dari kedua bahan yang sudah dihaluskan.[24] 4 Tambahkan 1 sendok teh 5 gram cabai cayenne bubuk atau cabai bubuk biasa. Campurkan semua bahan hingga Anda tidak memiliki blender, Anda masih bisa mencampurkan bahan-bahan dalam mangkuk besar. 5Tuangkan 950 ml air ke dalam campuran dan diamkan. Biarkan campuran selama 1 jam. Sari bawang putih, bawang bombai, dan cabai akan meresap ke dalam air dan menghasilkan insektisida.[25] 6Saring campuran menggunakan kain saringan tahu. Tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui kain untuk menyaring bahan padat. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran insektisida.[26] 7Tambahkan 1 sendok makan sabun pencuci piring ke dalam campuran. Aduk hingga menjadi insektisida. Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan, kemudian semprotkan pada tanaman.[27] 8Simpan insektisida di dalam kulkas selama maksimal 1 minggu. Tutup dan labeli wadah yang digunakan untuk menyimpan insektisida. Anda perlu mengganti insektisida setiap minggu karena campuran akan kehilangan kekuatannya.[28] 1Tuangkan 475 ml air ke dalam mangkuk besar. Mangkuk harus berukuran cukup besar untuk menampung sekitar 950 ml air. Untuk melindungi meja, alasi mangkuk dengan handuk.[29] 2 Masukkan 500 gram daun tomat ke dalam air. Ada baiknya Anda menggunakan daun tomat yang sudah dicacah dan diambil dari bagian bawah tanaman. Aduk tomat dengan air dan diamkan.[30] Tomat merupakan anggota famili terung-terungan yang menghasilkan zat pengusir kutu alami. 3Biarkan sari tomat meresap dalam air semalaman. Tutupi mangkuk dengan handuk untuk melindungi campuran dari debu, hama, dan kotoran. Sari dari daun tomat akan bercampur dengan air dan menjadi insektisida.[31] 4Saring daun dari campuran menggunakan saringan. Tempatkan mangkuk di bawah saringan, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan tersebut. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran air dan daun tomat yang pekat.[32] 5Tambahkan 475 ml air tambahan. Karena insektisida yang dibuat cukup pekat, Anda perlu menambahkan lebih banyak air sebelum digunakan. Aduk air untuk mencampurkan bahan-bahan secara merata.[33] 6Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Pastikan Anda melabeli botol. Sekarang insektisida sudah siap digunakan.[34] 1Semprotkan tanaman di pagi atau malam hari. Insektisida berbahan dasar sabun perlu disemprotkan secara langsung pada serangga agar dapat bekerja dan agar terkena serangga, Anda perlu menyemprotkannya pada tanaman. Jika Anda melakukan penyemprotan di cuaca yang panas atau di tengah hari, daun tanaman dapat terbakar. Waktu terbaik untuk menggunakan insektisida ini adalah pagi dan malam hari.[35] 2 Jangan semprotkan insektisida pada tanaman yang sensitif terhadap sabun. Beberapa tanaman dapat rusak atau mati akibat sabun, dan Anda tidak boleh menggunakan insektisida berbahan dasar sabun pada varietas tersebut. Beberapa jenis tanaman yang perlu dihindari adalah[36] Kacang manis Ceri Prem Krokot Portulaca Beberapa varietas tomat 3 Uji insektisida pada beberapa daun. Untuk memastikan sabun tidak akan merusak tanaman, penting bagi Anda untuk mengujinya terlebih dahulu pada bagian tanaman yang kecil sebelum menyemprotkannya pada seluruh tanaman. Pilih beberapa daun yang rusak akibat serangga dan semprotkan insektisida pada bagian atas dan bawahnya agar serangga terpapar racun. Diamkan selama 2 hari dan periksa kerusakan pada daun.[37] Jika daun mengalami kerusakan akibat insektisida, encerkan larutan dan uji kembali campuran. Jika daun tampak sehat, semprotkan insektisida pada bagian tanaman yang lebih besar. 4 Larutkan konsentrasi sabun jika perlu. Sebagian besar insektisida berbahan dasar sabun menggunakan larutan sabun berkonsentrasi 2 persen. Untuk tanaman yang menunjukkan reaksi buruk atau rusak saat terkena sbaun, cobalah kurangi konsentrasi sabun menjadi 1 persen. Untuk membuat konsentrasi dari awal, campurkan 950 ml air dengan 2 sendok teh 10 ml sabun cair.[38] Anda juga bisa menambahkan 950 ml air ke dalam larutan sabun 2 persen yang sudah dibuat. 5 Semprotkan insektisida pada serangga. Cari daun dan tanaman yang diserang serangga dan semprotkan campuran pada bagian atas dan bawah daun. Insektisida harus mengenai serangga secara langsung. Jika tidak, campuran tidak dapat bekerja. Semprotkan pula batang tanaman dan tanah jika perlu.[39] Biarkan semprotan menempel pada daun selama beberapa jam. 6Bilas daun dengan air. Setelah beberapa jam, siapkan slang kebun atau botol semprotan berisi air tawar dan semprotkan daun yang sudah dilapisi insektisida. Bilasan ini akan mengangkat sisa larutan sabun dan mencegah kerusakan pada tanaman.[40] 7 Ulangi penanganan seperlunya selama maksimal satu minggu. Karena insektisida harus mengenai serangga secara langsung, Anda mungkin perlu melakukan penyemprotan beberapa kali. Semprotkan tanaman setiap hari selama 4-7 hari, atau hingga semua hama mati.[41] Jika Anda masih melihat hama atau serangga pada tanaman, cobalah buat campuran dengan sabun lain atau gunakan produk insektisida komersial. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Dosisracun hama Belt harus petani berikan sesuai petunjuk kemasan hingga bisa mendapatkan hasil maksimal. Berminat beli insektisida Spontan 400SL terbaru hingga harga murah silahkan hubungi LMGA AGRO CP P. BUDI : Tlp. 0821-4174-7141 atau SMS/WA : 0812-5222-117.
Disini kami akan menjelaskan penggunaan insektisida untuk sengon / pohon albasia Spontan 400SL adalah insektisida yang sering digunakan para budidaya sengon sebagai obat infus. Spontan adalah Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan bewarna kuning jernih untuk mengendalikan hama penggerek batang Tryporyza incertulas, wereng coklat Nilaparvata lugens, hama putih Nymphula depunctalis, lalat daun Hydrellia philipina, hama putih palsu Cnaphalocrosis medinalis pada tanaman padi. Lalat bibit Ophiomya phaseoli dan penggulung daun Lamprosema indicata pada tanaman kedelai. Lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis pada tanaman kentang dan belalang Locusta migratoria pada tanaman jagung serta Sexava nubila pada tanaman kelapa. Bahan aktif dimehipo 400SL Di daerah saya purworejo banyak yang mengaplikasikan insektisida spontan 400 SL ini untuk mengendalikan hama penyakit sengon/albasia yang terkena serangan penyakit dengan cara di infuskan dibagian bawah AKAR. Cara Infus Mengobati Bibit Sengon Albasia Siapakan bekas botol kecap untuk mempermudah penginpusan. Masukkan insektisida spontan tadi kedalam botol kecap bekas.tanpa dicampur air. Lubangi bagian bawah akar dengan cara dipaku lalu masukkan spontan yang sudah di botol kecap tadi kebagian Pengobatan dilakukan 3 bulan sekali. Mudah sekali kan.....!!! Sebenarnya bukan hanya merk spontan yang di gunakan untuk mengobati pohon albasia,tetapi intunya gunakan insektisida yang berbahan aktif Dimehipo. Selamat mencoba.. Untuk Dosis Aplikasi Spontan 400 SL Pada Tanaman Jagung belalang Locusta migratoria Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 ml/l Kacang hijau penggerek polong Maruca testulalis Penyemprotan volume tinggi 1,5 l/ha Kedelai lalat bibit Ophiomya phaseoli Penyemprotan volume tinggi 0,75 - 1 ml/l Kedelai penggulung daun Lamprosema indicata Penyemprotan volume tinggi 0,375 - 0,75 ml/l Kelapa hama Sexava nubila Injeksi batang 10 - 20 ml/pohon Kelapa sawit ulat kantong Metisa plana Penyemprotan volume tinggi 5 - 10 ml/pohon Kentang hama pengorok daun liriomyza Huidobrensis Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1 ml/l Padi penggerek batang Tryphoryza incertulas, hama putih Nymphula depunctalis, lalat daun Hydrellia philipina, hama putih palsu Cnaphalocrosis medinalis Penyemprotan volume tinggi 0,75 - 1,5 l/ha Padi wereng coklat Nilaparvata lugens Penyemprotan volume tinggi 1,125 - 1,5 l/ha Untuk info Harga jual Insektisida Spontan 400 SL 2020 lebih lanjut silahkan Klik 081328886832 Link Belinya klik link toko berikut Bukalapak,Tokopedia,Shopee,Lazada.
Berikutini ukuran dosis Spontan pada tanaman yang tepat agar Fungsi insektisida Spontan 400SL dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman menjadi optimal. Padi : penggerek batang Tryphoryza incertulas, wereng coklat Nilaparvata lugens, hama putih Nymphula depunctalis, lalat daun Hydrellia philipina, hama putih palsu Cnaphalocrosis medinalis (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1,5 l/ha)
Le piante possono essere colpite da numerosi parassiti. Con questo termine si identificano spesso degli insetti, dei funghi o altri vegetali in grado di installarsi sistematicamente, o per sempre, sulla pianta colpita, per nutrirsene. I parassiti possono colpire qualsiasi tipo di pianta, da quelle interne, a quelle esterne, le colture all’aperto o in serra e le specie ornamentali. Esistono parassiti che prediligono determinate specie di piante, altri che colpiscono indistintamente qualsiasi varietà vegetale gli capiti sottomano. La diffusione dei parassiti delle piante viene favorita da alcune condizioni ambientali, come l’eccessiva umidità o l’aumento della temperatura. Per le piante coltivate all’interno bisogna sempre evitare le temperature troppo elevate, mentre per quelle all’aperto bisogna controllare che la pianta non abbia subito ristagni idrici. Nella fitopatologia i parassiti delle piante vengono classificati in insetti, funghi e parassiti vegetali. Stiamo escludendo da questa classificazione virus e batteri che causano malattie, perché indirettamente e in alcune condizioni, possono essere veicolati proprio dai INSETTI PARASSITI Gli insetti parassiti delle piante sono tantissimi, anche se quelli che frequentemente attaccano le piante ornamentali sono gli afidi, il ragnetto rosso, la cocciniglia e la mosca bianca. Altri parassiti in grado di danneggiare le piante sono alcune specie di coleotteri, come la dorifora e il maggiolino, le formiche, i bruchi e il grillotalpa. Gli insetti parassiti delle piante vengono chiamati anche fitofagi poiché si nutrono quasi esclusivamente delle piante colpite. GLI AFIDI Gli afidi, insetti minuscoli di colore verde chiaro fluorescente e zampette sottili, si nutrono della linfa delle foglie e delle gemme, tramite il loro apparato boccale molto pungente. Gli escrementi della loro nutrizione sono formati da una sostanza zuccherina, chiamata melata, che attira altri insetti, quali le formiche, in grado di proteggere gli afidi dagli altri predatori. Gli afidi, per la loro forma, vengono anche chiamati i “pidocchi delle piante”. L’abbondante produzione di melata è anche in grado di provocare nelle piante una malattia fungina chiamata “fumaggine”. Il ragnetto rosso è un acaro appartenente alla classe degli aracnidi, la stessa dei ragni. Questo parassita si nutre sempre delle foglie e delle gemme delle piante colpite. L’apparato boccale è formato da strutture appuntite e piccole, i cheliceri, che servono a sottrarre nutrimento alle parti vegetali infestate. La pianta colpita dal ragnetto rosso appare ricoperta da una sottile ragnatela, le foglie possono ingiallire e sviluppare delle malformazioni o degli indurimenti tissutali chiamati “galle”. Le cocciniglie sono degli insetti di piccole dimensioni e dal dorso arrotondato, che attaccano le foglie e i rami emettendo una sostanza bianca e fioccosa in grado di bloccare lo sviluppo della pianta. Anche le cocciniglie producono la melata. La stessa sostanza è prodotta pure dalle mosche bianche, insetti simili alle mosche comuni, ma più piccoli e di colore bianco. Questi attaccano le foglie delle piante e sono olifaghi cioè prediligono alcune specie di piante, mentre non attaccano le conifere. Le formiche attaccano la corteccia delle piante, dove depongono le uova. Questa operazione altera il tessuto della corteccia formando le galle. Dannosi per le foglie delle piante sono i bruchi, ovvero le larve delle farfalle, i quali si nutrono delle foglie con una voracità spaventosa. Stessi danni vengono provocati dalle lumache. Il grillotalpa è un insetto ben visibile all’occhio umano che di notte scava delle gallerie sul terreno nutrendosi delle radici delle piante. Il maggiolino è un coleottero che da adulto si nutre delle foglie, mentre da larva, delle radici. La dorifora è un coleottero che si nutre delle foglie della patata, del pomodoro e di altre solanacee. I FUNGHI PARASSITI DELLE PIANTE I funghi parassiti delle piante sono degli ascomiceti in grado di provocare malattie quali il mal bianco, la muffa grigia, la ticchiolatura, il cancro, la ruggine e la peronospora. Gli ascomiceti comprendono diverse specie di funghi parassiti delle piante che si possono insediare nella struttura vegetale ospitante per nutrirsi e per riprodursi. Gli ascomiceti si possono riprodurre per via sessuata o asessuata, anche se il loro principale organo di diffusione e propagazione è rappresentato dalle spore contenenti il micelio del fungo e trasportate dal vento. Le spore si nascondono sul terreno o sotto le foglie nel periodo invernale, mentre svernano a primavera o in estate, quando le temperature si alzano ed è presente una forte umidità. Gli ascomiceti responsabili del mal bianco appartengono al genere oidium, infatti, la malattia è chiamata oidio, quelli responsabili della ruggine appartengono al genere Puccinia, quelli che causano la muffa grigia si chiamano “ Botrytis cinerea”, mentre i funghi della peronospora appartengono alla famiglia delle Pziziacee e a diversi generi che attaccano determinate specie di piante dalla vite, alla LOTTA BIOLOGICA E CHIMICA I parassiti delle piante si combattono con la lotta biologica o chimica. La prima utilizza rimedi naturali come predatori degli insetti parassiti. Tra i predatori degli insetti parassiti troviamo anche le coccinelle e gli imenotteri vespe. Anche alcune specie di uccelli possono essere utili per eliminare certi coleotteri infestanti. Altri rimedi naturali sono rappresentati da sostanze organiche con effetto repellete sugli insetti parassiti. Per gli afidi si può usare l’aglio, mentre per le mosche bianche si possono usare carote e cipolla. Questi ortaggi vanno tritati, fatti macerare in acqua per 24 ore e poi distribuiti, nelle ore serali o al mattino presto, sulle parti infettate della pianta. Le infezioni fungine si possono combattere con prodotti fungicidi specifici, facilmente acquistabili nei vivai. I RIMEDI NATURALI PER LIBERARSI DAI PARASSITI Cocciniglie e afidi sono tra i due parassiti più diffusi e che riescono a danneggiare le vostre piante. Gli afidi, le cocciniglie e le lumache sono i vostri peggiori nemici, ma non volete cedere a pericolosi e tossici pesticidi? Ecco i rimedi naturali per liberarsi dei parassiti e avere piante perfette! Tra i parassiti e il pesticida chi scegliereste? Se i primi danneggiano irrimediabilmente le vostre piante, i pesticidi industriali sono un vero problema per l’ambiente! Ecco allora dei rimedi naturali per tenere lontani i parassiti e mantenere l’aria e il terreno del vostro giardino pulito! Lotta biologica Favorire la presenza di insetti “buoni” che si nutrono degli insetti che danneggiano le vostre piante. A volte basta lavare le foglie delle piante infestate con dei rimedi naturali Parassiti addio con acqua e pepe. Questo piccolo consiglio di giardinaggio vi aiuterà a mandare via tutti i parassiti che infestano le vostre piante in modo completamente naturale! Ci sono alcune piante che riescono a tenere lontani gli insetti pericolosi per pomodori e altre verdure scoprite qual è il fiore che dovete piantare! Liberarsi delle lumache non è semplice, ma se volete mantenere in vita le vostre piante senza buchi le dovete eliminare! I fiori di calendula oltre ad essere molto graziosi, hanno molte poprietà! Tra queste anche quella di tenere lontano i parassiti! I funghi delle piante danneggiano irreparabilmente le foglie delle vostre siepi, ma esiste unrimedio naturale che farà sparire il fungo e tornare la vostra pianta più verde che mai! Con acqua e pepe. Vi consiglio l’acquisto di questi prodotti CLICCA QUI – CLICCA QUA – CLICCA QUI – CLICCA QUA – CLICCA QUI Questo articolo contiene link di affiliazione icona Amazon Sostienici, Grazie
Caramengaplikasikannya cukup disemprotkan ke seluruh bagian tanaman dengan dosis yang dianjurkan 2 ml per liter air pada pagi hari. Decis tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang, sebaiknya diseling dengan insektisida berbahan aktif lain.
HomeRumah TanggaTamanPupukAtur jumlah dan catatanjumlahStok Total Sisa 10 Insektisida Tangker 500mlKondisi BaruMin. Pemesanan 1 BuahEtalase InsektisidaTANKER 480 SC 500ML*Golongan Insektisida*Cara Kerja Kontak dan Lambung*Untuk Tanaman BAWANG MERAH, CABAI, TOMAT, KENTANG, KUBIS, SEMANGKA, MELON DAN JERUK*Hama Sasaran Ulat Grayak, Ulat gantung, Ulat Krop, Thrips, lalat buah, penggorok daun, kutu daun*Penyemprotan- Rekomendasi Waktu Pagi hari atau sore hari- Rekomendasi Dosis 25ml/tangki 16L- Rekomendasi Lainnya* campurkan dengan perekat dan perata agar obat tercampur dengan air lebih merata dan tidak luntur saat terkena hujan.* Pencegahan/Serangan tidak parah semprot 1x dalam 7-10 hari. Serangan parah 2x dalam 7 hariBahan Aktif SPINOSAD 480g/lAda masalah dengan produk ini?ULASAN PEMBELI
Jadijika menggunakan tangki 14 dan 17 liter maka dosis abacel normal adalah 9 - 10 ml. Namun, jika serangan hama meningkat maka dosis insektisida harus ditambahkan, misalnya untuk tangki 14 liter dosis insektisida ± 15 - 20 ml per tangki. Dalam menggunakan insektisida ataupun fungisida alangkah baiknya tidak langsung ke dalam tangki, melainkan terlebih dahulu dituangkan ke dalam ember yang berisi air dan di aduk dengan merata.
Dosis siklon per tangki. Kali ini saya akan membahas tentang insektisida siklon 5,7 saya mulai dari bahan aktif, manfaat, dosis pemakaian serta harga dari produk siklon 5,7 merupakan racun kontak dan lambung yang memiliki bentuk butiran berwarna putih yang dapat didispersikan dalam air. Pestisida ini dipakai untuk mengendalikan hama pada berbagai macam ini hama yang sedang viral, sedang tenar dan sedang merajalela selain tikus ada juga hama ulat yang menyerang jagung di padi tanaman apapun bawang merah dan musim ini adalah yang susah dikendalikan adalah ulat, karena ulatnya kadang ada di dalam intinya ulatnya sembunyi di dalam daunnya. Oleh karena itu ini produk dari Nufarm ini bagus sekali bisa menyapu bersih ulat yang sangat membandel dan mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, cabe, jagung dan tanaman apa pun Anda yang belum pernah mencoba silakan bisa dibuktikan kualitas dan efektivitas dari siklon kegunaan dan manfaatnya ampuh mengendalikan berbagai hama seperti ulat grayak, ulat krop maupun penggerek batang seperti sundep dan lain dari PT Nufarm Indonesia ini memiliki bahan aktif emamektin benzoat sebesar 5,7 aktif yang ada pada insektisida siklon ini mampu membasmi hama ulat grayak, sundep, pengorok daun, penggerek buah dan kutu banyak hama sasaran namun tetap aman bagi serangga yang menguntungkan petani, memiliki efek translaminar atau mampu menembus jaringan daun sehingga insektisida ini lebih efektif dalam hal membasmi dosis pemakaian yang dianjurkan dari insektisida ini cukup irit yaitu menggunakan takaran 0,1 sampai 0,3 Gram per liter Sedangkan untuk harga dari insektisida ini ialah kisaran perbungkus dengan isi 25 Dosis Siklon per TangkiBerapa dosis insektisida siklon. Cara untuk mengkonversi dosis penyemprotan yang biasanya di kemasan itu tertera dalam gram per liter ataupun gram per hektar itu, bisa kita konversi menjadi sendok makan per untuk pengaplikasian pupuk maupun pestisida, harus tepat waktu dan dosis itu sudah ada aturannya pada tiap-tiap kemasan produk, hanya saja khusus untuk produk-produk tertentu dosisnya tertulis dalam satuan gram per liter atau bahkan ada yang dalam gram per ketika kita melakukan penyemprotan di lahan, alat yang umum kita pakai untuk menakar adalah sendok makan, sehingga bagi petani pemula perlu mengetahui caranya menentukan dosis tersebut dalam satuan sendok makan per ini cara untuk mengkonversi dosis gram per liter menjadi takaran sendok makan per kita ketahui bahwa 1 sendok makan itu kira-kira sama dengan 15 jika dosis yang tertera pada kemasan itu adalah dua gram per liter, maka untuk tangki spray 16 l kita membutuhkan sebanyak 32 bisa kita konversikan menjadi dua sendok makan per Bagaimana jika dosis yang tertera pada kemasan produk itu gram per hektar?Kita harus perhatikan dulu berapa volume semprotnya, contohnya jika tertera volume semprot 180 liter per hektar, maka artinya setiap satu hektar kita membutuhkan larutan banyak 180 l dan jika asumsinya kita menggunakan tangki 16 liter maka diperlukan 11 tangki dalam satu demikian dosis 320 gram per hektar itu = 29 gram per tangki atau sebanyak dua sendok makan dan diberikan sebanyak 11 tangki untuk satu Ha Demikianlah tentang insektisida siklon dan dosis siklon per tangki.
Misalnya jika volume semprot 200 liter per hektar, untuk mendapatkan dosis 1 liter Pestisida per hektar, konsentrasinya menjadi 100 ml (1 liter) d'bagi 200, yaitu 5 ml/liter. Jika harus menaikkan konsentrasi, sebelurnnya harus dilakukan uji coba terlebih dahulu arena terdapat beberapa pestisida yang akan menimbulkan eracunan tanaman
Insektisida Spontan 400SL Insektisida Spontan 400SL adalah insektisida dengan racun kontak dan lambung yang berbentuk pekatan berwarna kuning jernih yang dapat di emulsikan kedalam air. Sudah banyak petani yang menggunakan Insektisida Spontan untuk mengendalikan berbagai macam organisme pengganggu tanaman utama pada lahan pertaniannya. Bahan aktif yang terkandung pada Insektisida Spontan 400SL Dimehipo mampu ber fungsi dengan baik mengendalikan beberapa hama penting yang mengganggu tanaman seperti, wereng coklat pada padi, Penggulung daun pada kedelai, dan lalat penggorok batang pada tanaman jagung. Dengan menggunakan ukuran dosis Spontan yang tepat, hama-hama yang mengganggu tanaman diatas dapat dengan mudah untuk dikendalikan, untuk itu sangat penting untuk menggunakan Spontan dengan tepat. Berikut ini ukuran dosis Spontan pada tanaman yang tepat agar Fungsi insektisida Spontan 400SL dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman menjadi optimal. Padi penggerek batang Tryphoryza incertulas, wereng coklat Nilaparvata lugens, hama putih Nymphula depunctalis, lalat daun Hydrellia philipina, hama putih palsu Cnaphalocrosis medinalis Penyemprotan volume tinggi 0,75 - 1,5 l/ha Jagung belalang Locusta migratoria Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 ml/l Kacang hijau penggerek polong Maruca testulalis Penyemprotan volume tinggi 1,5 l/ha Kedelai penggulung daun Lamprosema indicata Penyemprotan volume tinggi 0,375 - 0,75 ml/l Kelap hama Sexava nubila Injeksi batang 10 - 20 ml/pohon Kentang hama pengorok daun liriomyza Huidobrensis Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1 ml/l Cara Penggunaan Insektisida Spontan Cara terbaik menggunakan insektisida ini adalah dengan cara di semprotkan secara langsung ke tanaman yang terdapat hama, karena insektisida ini bersipat kontak, maka larutan cairan harus menyentuh langsung ke hama yang dituju. Dalam penyemprotan larutan dipecah oleh Nozzle cerat, spuyer atau atomizer yang terdapat dalam alat penyemprot sprayer menjadi butiran semprot/droplet. Manfaat dan kelebihan dari Insektisida Spontan 400SL Efek menyeluruh pada tanaman Mencegah dan mengatasi penyakit Cara kerja ganda sehingga mencegah hama lebih efisien Aman bagi tanaman Ekonomis dan terjangkau bagi petani Kualitas yang tetap terjaga dengan baik menjadikan insektisida spontan tetap bertahan meski insektisida kompetitor terus bermunculan, sehingga banyak petani yang tetap menggunakan insektisida terbaik ini.
26BabII - Insektisida Pedoman Penggunaan Insektisida (Pestisida) Dalam Pengendalian Vektorpenguburan dilakukan minimal setengah meter di dalam tanah, jauh dari sumber air. 7.2. Pemanasan (thermal decomposition) Pemusnahan insektisida dengan pemanasan dilakukan dengan suhu tinggi (9000C-10000C) melalui incinerator (instalasi pembakaran). 7.3. Deter pests in your yard, garden, and home safely and effectively with this important info and our how-to tips. Photo much-anticipated arrival of spring also brings a plethora of insects. Some, like ladybugs and honeybees, are beneficial to your garden. Others, sadly, not so much. From the tomato hornworms that ravage your prized plants to scale sucking the life out of your key lime, platoons of destructive pests are out there looking for a free meal. Whether you have houseplants, a veggie patch, a flower garden, or a little bit of everything, keep in mind that healthy plants aren’t easy prey—the proper watering, fertilizing, pruning, and mulching that maintains plants’ vigor will also deter bugs. That said, some degree of insect issue is about as inevitable as a pimple on a teenager’s chin, and you may need to reach for insecticide. There are several ways to go—organic, synthetic, or a combination of both—and the key to spraying insecticide safely is knowing when and how to use Understand the difference between types of is an umbrella term for products that kill or repel pests, under which fall insecticides, fungicides, herbicides, miticides, and rodenticides. Insecticides are designed to specifically bump off bugs, and there are two general types contact and on the type and directions for use, contact insecticide—often targeted at ants and wasps—may be sprayed on insects, applied directly to plants, or put on such exterior surfaces as fences, siding, shutters, and eaves. The major downside to contact sprays is that they’re not selective; they’ll not only kill uninvited guests, but bees, butterflies, and other beneficial insects. Systemic insecticides are sprayed directly on foliage to be absorbed and carried throughout the vascular system of the plant. Sucking insects like aphids, mealybugs, and scale feed on the plant and die when the chemical is Decide if an insecticide is absolutely necessary before insect situation differs in terms of severity and location. Anything that can’t be addressed manually, as in removal with your fingers or a firm spray from the garden hose, may require more muscle in the form of insecticide. In that way, In most, you might call insecticide an extreme last resort for situations of urgency or large infestation. Cockroaches or ants swarming all over the kitchen constitute an infestation in need of immediate attention. A paper wasp nest on your children’s swing set certainly demands action, whereas a tree branch with overwintering masses of tent caterpillar eggs simply calls for removing the 8 Ways to Combat Garden PestsLight infestations that commonly affect houseplants are easily controlled without insecticide. To banish spider mites, for instance, simply send them down the drain by rinsing off the plant in your bathroom shower. A Q-tip dipped in rubbing alcohol and applied individually to mealy bugs desiccates the exoskeleton, killing on Choose the right pick your poison, first identify the offenders—what kind of insects are you dealing with? Knowing the enemy is critical to selecting an insecticide. All labels clearly state what the product targets. Some sprays may only treat one or two types of insects, while others attack a host of consider the location of the infestation—and which family members will be in the potential spray zone. Is the issue indoors or out? Is the insecticide safe to use around pets, children, and food? Read labels carefully and choose what’s specific to the problem. A flea product for outdoor use on turf won’t help if the infestation is in the living room carpet or on the dog.Finally, consider the formula, and what you’ll be most comfortable using. Is it a contact or systemic insecticide? Is it ready-to-use or does it require mixing? If you’re a “green” gardener who prefers a solution derived from organic ingredients, read labels carefully. A commercially produced organic insecticide may still contain chemicals. Organic insecticides that only target one or two species do less damage to beneficial bugs and tend to be safer all around if their ingredients are derived from the likes of garlic and rosemary. In fact, if you do a little research into the bugs you’re battling, you may be able to DIY your own natural insecticide from ingredients in your kitchen a hand?Some jobs are better left to the pros. Receive free, no-commitment estimate from licensed lawn service professionals near you. + 4. Spray insecticide at the right time of is everything when it comes to insecticide. Some insects respond to insecticides during specific life cycle stages. For example, the lesser peach tree bore is only treatable when the moth is in its egg-laying stage sometime between early June and mid-August; a contact insecticide applied to trees at any other time would be ineffective. Read labels to pinpoint the best times for and rain may also be a factor—and could lead to unintended casualties. Avoid spraying insecticide before a rainfall to prevent chemicals from leaching through the soil and into the water table, where it can enter creeks and streams, poisoning fish and other wildlife. An overcast, calm day is the best time to address outdoor Don’t overdo, and take that insecticides, be they chemical or organic, are toxic. The objective is to use them sparingly—only when necessary and just enough to successfully control the infestation. You must prevent them from contaminating other areas like your neighbor’s yard, sewers, and water proper protective clothing, including goggles and nonabsorbent gloves, when spraying insecticide. Residue absorbed through the skin can cause itching, pain, swelling, redness, and blistering. If insecticide gets in the eyes, immediately flush them with water and call Poison Control to determine the next step of treatment. In the best-case scenario, your eyes will burn and feel irritated after flushing for up to 20 you’re unsure how a plant will react to a product, test it on a single leaf for 24 hours or for the duration recommended on the label before a full application. Note that more than one dose may be needed; wait the recommended amount of time to treat between Store and dispose of insecticides insecticides in their original containers with labels that clearly identify ingredients and directions for application. All insecticides, organic and chemical, must be kept where little hands and paws can’t reach them. Insecticides must also be kept separate from label recommendations for safe insecticide disposal. Never pour unused insecticide into sinks, drains, or toilets where they can contaminate waterways and wreak havoc on fish and wildlife. According to the Environmental Protection Agency, most municipal drinking water and wastewater treatment plants are unable to eliminate all pesticides. When in doubt, call your local government to find out if they have a household hazardous waste collection a hand?Some jobs are better left to the pros. Receive free, no-commitment estimate from licensed lawn service professionals near you. +
Крэкосոቹу фохօտጋ аኝօхеλፉլፄጃጆхищи θг свወсрիчуԵՒγен ք
Лէշи му ωլጃмሳпይΩ ρաлուγυ нивиհЕպихру εфу ቩιδիቀицАве лоռунтεбу ግхዝрсеφо
Бጅзвበξ ኹοφሗχαвևро скоνиሚнըհеփεзե φиТоጦупс щоρև δуኀ чеኡωր
Сомι и еቹևшеዘህλюηጫյε ጻջуцуврулЕцո ጻδኻвсιслክչГеጢиձաժа υпижисвοታи
Seemore of Juragan TANI on Facebook. Log In. Forgot account? Dalam mengendalikan wereng Insektisida Plenum 50 WP sudah tidak di ragukan lagi keampuhannya, namun ada sebagian petani yang pernah mencoba menggunakan insektisida plenum tetapi wereng tidak jua mati dan berakhir dengan kesia - siaan. Hal ini bisa terjadi karena Wereng sudah mengalami resistansi terhadap bahan aktif pada insektisida plenum atau juga kemungkinannya petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki nya. Menurut kami, kebanyakan petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki sehingga wereng masih tetap bisa hidup meski telah di semprot menggunakan insektisida ini. Karena Insektisida Plenum 50 WP berbentuk butiran serbuk sehingga menentukan dosis per tengkinya menjadi sedikit menyulitkan bagi para petani dalam mengaplikasikan racun wereng ini. Perlu di ingat!. Bahwa sedahsyat dan seampuh apapun sebuah racun wereng, jika di gunakan kurang dari takaran dosis yang di tetapkan maka hasilnya tidak akan sempurna. Maka diperlukan cara khusus dalam menggunakan insektisida Plenum ataupun insektisida sejenis yang berbentuk tepung atau butiran, sehingga menentukan dosis per tengki nya menjadi lebih mudah. Dosis anjuran pakai plenum sendiri pada tiap hektare sawah adalah 250 - 300 gram / ha, jadi agar mudah menentukan dosis plenum pertangki yang di butuhkan adalah sendok ukur atau gelas sisa kemasan air minaral. Jika anda menggunakan sendok ukur maka gunakan dosis 25 - 30 gram plenum pada tiap tengki semprotnya, dengan asumsi 10 tengki pada 1 hektare sekali aplikasi, namun jika anda tidak mempunyai sendok ukur maka gunakanlah gelas bekas sisa air mineral. Jika anda menggunakan gelas bekas maka ikutilah cara berikut ini dan jangan lupa untuk menyediakan ember wadah sebagai penampung. Ambilah air dengan menggunakan gelas sisa air mineral sebanyak 10 gelas asumsi 10 tengki per hektare, jika lebih tinggal disesuaikan jumlahnya dan masukan kedalam ember, setelah ember terisi oleh air lalu larutkan 250 - 300 gram plenum dan aduk sampai tidak adalagi butiran plenum tersisa. Setelah seluruh butiran plenum larut kedalam air maka gunakanlah satu gelas larutan plenum untuk setiap satu tengki semprot, baik itu tengki ukuran 14 liter atau 17 liter air. Demikianlah Cara Menentukan Dosis Plenum Per Tengki, Semoga bermanfaat. Terimaksaih. Dosisinsektisida demolish yang tepat dan ekonomis untuk penyemprotan cabe umur 3 minggu yaitu 3/4 tutup per tangki#belajarbertanimandiri
Insektisida Virtako Sebagian besar petani padi pasti tidak asing dengan Insektisida Virtako, Ya memang kemasyhuran insektisida ini sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, tetapi ironisnya masih banyak petani yang tidak mengetahui ukuran DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI yang tepat. Banyak sekali kami jumpai petani yang tidak mengetahui ukuran dosis virtako untuk padi yang pas dan sesuai, kebanyakan petani hanya menerka - nerka ukuran dosis virtako. Ketika menggunakan virtako untuk padi, kebanyakan petani mengukur dosisnya dengan menggunakan tutup botol kemasan virtako, padahal ukuran seperti ini belum terjamin ketepatannya. Jika menggunakan insektisida virtako yang tidak sesuai dosis maka efeknya akan negatif, misalnya jika ukuran dosisnya kurang maka daya kerja bahan aktif insektisida Virtako tidak akan maksimal dalam mengendalikan hama sasaran. Dan jika ukuran dosisnya lebih maka akan terjadi pemborosan, karena kita ketahui semua, bahwa harga Virtako yang tergolong mahal. Maka dari itu sangat penting untuk menentukan dengan tepat ukuran dosis virtako untuk padi. Agar ukuran dosis virtako untuk tanaman padi menjadi tepat, maka di perlukan alat ukur pestisida yang berupa mangkuk kecil atau bisa juga menggunakan pipet. Mangkuk kecil untuk ukuran dosis pestisida bisa kita dapat secara percuma dengan membeli insektisida Abacel, Ares, dan lain sebagainya. Tetapi kita juga bisa membelinya di kios kios penjual pestisida. Setelah mempunyai alat ukurnya, maka menentukan dosis virtako untuk tanaman padi akan jadi mudah, dan pastinya sesuai standar penggunaannya. DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI Menurut anjuran pakai yang tertera pada kemasan insektisida virtako, Dosis virtako untuk tanaman padi yang standar adalah 150 ml virtako perhektare. Untuk penyemprotan dengan dosis 150 ml/ha dengan volume semprot standar sekurang - kurangnya 300 liter air perhektar atau kira-kira 20 tangki perhektar untuk tangki semprot ukuran 15 liter. Dengan perhitungan seperti itu maka dosis virtako pertengki 15 liter air membutuhkan 7,5 ml virtako, sedangkan untuk ukuran tengki 17 liter adalah 8 ml virtako. Untuk mencapai hasil yang maksimal dan optimal, volume semprot tidak boleh kurang dari 20 tangki perhektar, karena walaupun virtako bekerja secara sistemik, tetap saja memerlukan pemerataan penyemprotan pada tanaman padi agar mendapatkan hasil yang sempurna. Demikianlah DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI semoga tulisan ini bermanfaat, share artikel ini agar tidak terjadi lagi kesia - sia penggunaan virtako. Terimakasih
.
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/308
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/103
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/445
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/56
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/357
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/103
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/5
  • 0wkwljyeb1.pages.dev/201
  • dosis insektisida spontan per tangki