Beliaumengulangi untuk terakhir kali kepada umatnya dan menegaskan dengan sangat bahwa ayat-ayat Al Qur'an itu bukan kata-kata Muhammad, tapi firman Allah. Sebagai informasi tambahan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam meninggal dunia pada tanggal 8 juni 632 saat berusia 63 tahun. Cukup sekian mengenai pembahasan pada artikel ini.Dalam Sirah Nabawiyah terdapat satu riwayat yang sangat menyedihkan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Riwayat tentang wafatnya manusia mulia, Nabi Besar Muhammad Saw. Ada pesan-pesan yang telah dititipkan Rasulullah Saw kepada seluruh umatnya menjelang wafat, dan pesan itu harus diketahui seluruh umat Islam. Apabila umat muslim mengetahui kisah Rasulullah Saw saat menjelang wafat, sudah pasti akan merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Para sahabat, umat Islam saat itu gempar mendengar kabar kematian Baginda Rasulullah Saw. Bahkan unta tunggangan Rasulullah Saw ikut merasakan kesedihan yang tiada tara, hingga sakit dan turut pergi meninggalkan dunia. Tak cuma penduduk Madinah yang gempar, para malaikat dan alam semesta juga berduka menyaksikan dan mendengar kabar wafatnya Nabi Muhammad Saw. Rasulullah Saw menghadap Ilahi Rabbi pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun 11 Hijriyah bertepatan 633 Masehi. Beliau wafat pada usia 63 tahun lebih empat hari Isyarat dekatnya ajal Rasulullah dimulai ketika beliau beriktikaf selama 20 hari di bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Sebelum ajal menjemput, beliau memang sakit sampai tidak bisa mengimami salat jamaah di masjid. Hingga pada suatu hari datanglah malaikat maut bertamu ke rumah beliau untuk mengambil ruh Rasulullah yang mulia. Kedatangan tamu itu sebenarnya ditolak putri tercinta Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu anha, tetapi setelah Rasulullah Saw menjelaskan bahwa yang datang adalah malaikat maut, akhirnya Fatimah merasakan gelisah dan hatinya sangat sedih. Kemudian dia mempersilakan masuk. Malaikat maut datang menghampiri, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak ikut serta. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. Ketika Jibril datang ke hadapan Rasulullah , beliau berkata โYa Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?โ tanya Rasululllah dengan suara yang lemah. โPintu-pintu langit telah terbuka, para Malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,โ kata Jibril. Tapi itu ternyata jawaban itu tidak membuatkan Rasulullah lega, mata beliau masih penuh kecemasan. โApakah Engkau tidak senang mendengar kabar ini?โ tanya Jibril lagi. โKabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?โ ucap Rasulullah . โJangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,โ kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat maut menjalankan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah Saw ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah Saw bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. โJibril, betapa sakit sakaratul maut ini.โ ucap beliau. Perlahan Rasulullah Saw mengaduh, putri tercinta Fatimah pun hanya bisa terpejam, sementara Sayyidina Ali radhiallahu anhu yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan wajahnya. โJijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?โ ujar Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu. โSiapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal,โ kata Jibril . Sesaat kemudian terdengar Rasulullah mengaduh karena sakit yang tidak tertahankan lagi. โYa Rabb, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,โ ucap Nabi. โBadan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibir beliau bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. โUushiikum bissholaati, wamaa malakat aimaanukum peliharalah salat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu,โ ucap Nabi dengan suara yang amat lirih. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, para sahabat saling berpelukan. Sayyidah Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah, โUmmatii, ummatii, ummatiii!โ. Dan, berakhirlah hidup manusia paling mulia Rasulullah Muhammad Saw. Kalimat kecintaan beliau terhadap umatnya, hingga beliau menginginkan semua siksa maut umatnya ditimpakan kepada beliau. Bukan hanya itu, ketika ajal sudah di tenggorokan beliau masih memikirkan umatnya โUmmatii, ummatii, ummatiiiโ. Tinggalkan Dua Wasiat Ketika Rasulullah Saw menahan sakitnya sakaratul maut, beliau masih sempat berpesan sebagai tanda cintanya kepada umatnya. โUushiikum bissholaati, wamaa malakat aimaanukum peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.โ Dalam riwayat shahih, disebutkan ุนููู ุฃูู ูู ุณูููู ูุฉู ุฑุถู ุงููู ุนููุง, ุฃูููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุญูููู ุญูุถูุฑู ุฌูุนููู ููููููู ุงูุตูููุงูุฉู ุงูุตูููุงูุฉู ููู ูุง ู ูููููุชู ุฃูููู ูุงููููู ู ยป. โUmmu Salamah radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika dalam keadaan sekarat bersabda โJagalah salat, jagalah salat, dan orang-orang lemah di antaramuโ. HR Ahmad Betapa sayangnya Rasulullah Saw kepada kita hingga beliau menekankan agar tidak meninggalkan dua perkara di atas. Dua perkara ini sama maknanya dengan ibadah vertikal hablumminallah dan ibadah sosial hablumminannas. Salat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah Taโala. Sedangkan menjaga orang-orang lemahโ adalah ibadah mulia agar tidak berlaku zalim kepada sesama. Adakah cinta kita sama besarnya seperti Rasulullah Saw mencintai kita sebagai umatnya? Apa yang telah kita perbuat untuk beliau yang setiap malam mendoakan umatnya? Bukankah beliau telah mengajarkan kita Tauhid dan kasih sayang Allah? Kalau bukan karena beliau, tentulah kita tidak mengenal Islam, tidak mengenal iman dan Al-Qurโan ุงููููููู ูู ุตูููู ุนูููู ุณูููุฏูุง ู ูุญูู ููุฏู ููู ูุง ุตููููููุชู ุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงูููู ู ุฅูููููู ุญูู ููุฏู ู ูุฌููุฏูุ ุงููููููู ูู ุจูุงุฑููู ุนูููู ุณูููุฏูุง ู ูุญูู ููุฏู ููู ูุง ุจูุงุฑูููุชู ุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงูููู ู ุฅูููููู ุญูู ููุฏู ู ูุฌููุฏู โYa Allah ya Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Nabi Muhammad dan akan keluarganya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.โ
Pesanterakhir Rasulullah SAW kepada kita umatnya. Unknown. KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD S.A.W: (Lembah Uranah, Arafat, 9 Dzulhijjah, 10 H) Wahai manusia, dengarkanlah dengan sungguh-sungguh, karena aku tidak tahu. apakah setelah tahun ini, aku masih akan berada di. antara kalian. Karena itu.
loading...Rasulullah menyebut dua perkara yang sangat berharga yaitu Al-Quran dan Ahlul Bait beliau. Siapa yang bepegang teguh kepada keduanya maka ia tidak akan sesat. Ahlul Bait yang dimaksud adalah keluarga Nabi dan juga keturunan beliau. Foto/Ist Selama ini kita sering mendengar ceramah para Dai yang menukil Hadis Nabi "Ikutilah Al-Qur'an dan Sunnah ". Tak ada yang salah dengan pesan itu karena memang Hadisnya shahih dan juga diterangkan dalam Al-Qur' ada Hadis lain yang derajatnya juga shahih dan tidak boleh diabaikan oleh umat Islam. Yaitu perintah untuk berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Ahlul Bait. Keduanya sama-sama shahih. Rasulullah memerintahkan umatnya agar mengikuti Al-Qur'an, Sunnah dan Ahlul Bait. Inilah Hadis Tsaqalain dua perkara yang sangat berharga ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููs ููุงูู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููู ุญูุฌููุชููู ููููู ู ุนูุฑูููุฉู ูููููู ุนูููู ููุงููุชููู ุงููููุตูููุงุกู ููุฎูุทูุจู ููุณูู ูุนูุชููู ููููููู ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุฅููููู ููุฏู ุชูุฑูููุชู ูููููู ู ู ูุง ุฅููู ุฃูุฎูุฐูุชูู ู ุจููู ูููู ุชูุถูููููุง ููุชูุงุจู ุงูููู ููุนูุชูุฑูุชูู ุฃููููู ุจูููุชููDari Jabir bin Abdullah, dia berkata "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Arafah di dalam haji beliau, yang beliau di atas ontanya yang bernama Al-Qashwa, beliau sedang berkhutbah. Aku mendengar beliau bersabda "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu sesuatu jika kamu memeganginya niscaya kamu tidak akan sesat Kitabullah dan 'itrah-ku keturunanku/sanak keluargaku, ahli bait-ku. HR at-Tirmidzi, Ahmad dalam Al-Musnad. Kemudian Hadis yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan redaksi yang panjang ุนููู ุฒูููุฏู ุจููู ุฃูุฑูููู ู ููุงูู ููุงู ู ุฑูุณูููู ุงููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููู ูุง ูููููุง ุฎูุทููุจูุง ุจูู ูุงุกู ููุฏูุนูู ุฎูู ููุง ุจููููู ู ููููุฉู ููุงููู ูุฏููููุฉู ููุญูู ูุฏู ุงูููุน ููุฃูุซูููู ุนููููููู ููููุนูุธู ููุฐููููุฑู ุซูู ูู ููุงูู ุฃูู ููุง ุจูุนูุฏู ุฃููุงู ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ููุฅููููู ูุง ุฃูููุง ุจูุดูุฑู ูููุดููู ุฃููู ููุฃูุชููู ุฑูุณูููู ุฑูุจููู ููุฃูุฌููุจู ููุฃูููุง ุชูุงุฑููู ูููููู ู ุซููููููููู ุฃููููููููู ูุง ููุชูุงุจู ุงูููู ููููู ุงููููุฏูู ููุงูููููุฑู ููุฎูุฐููุง ุจูููุชูุงุจู ุงููู ููุงุณูุชูู ูุณููููุง ุจููู ููู ุฑูุงูุฉ ูููู ุญูุจููู ุงูููู ู ููู ุงุชููุจูุนููู ููุงูู ุนูููู ุงููููุฏูู ููู ููู ุชูุฑููููู ููุงูู ุนูููู ุถููุงูููุฉู ููุญูุซูู ุนูููู ููุชูุงุจู ุงูููู ููุฑูุบููุจู ููููู ุซูู ูู ููุงูู ููุฃููููู ุจูููุชูู ุฃูุฐููููุฑูููู ู ุงูููุน ููู ุฃููููู ุจูููุชูู ุฃูุฐููููุฑูููู ู ุงูููุถ ููู ุฃููููู ุจูููุชูู ุฃูุฐููููุฑูููู ู ุงูููุช ููู ุฃููููู ุจูููุชูู ููููุงูู ูููู ุญูุตููููู ููู ููู ุฃููููู ุจูููุชููู ููุง ุฒูููุฏู ุฃูููููุณู ููุณูุงุคููู ู ููู ุฃููููู ุจูููุชููู ููุงูู ููุณูุงุคููู ู ููู ุฃููููู ุจูููุชููู ูููููููู ุฃููููู ุจูููุชููู ู ููู ุญูุฑูู ู ุงูุตููุฏูููุฉู ุจูุนูุฏููู ููู ุฑูุงูุฉ ููููููููุง ู ููู ุฃููููู ุจูููุชููู ููุณูุงุคููู ููุงูู ูุงู ููุงููู ู ุงูููู ุฅูููู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุชูููููู ู ูุนู ุงูุฑููุฌููู ุงููุนูุตูุฑู ู ููู ุงูุฏููููุฑู ุซูู ูู ููุทููููููููุง ููุชูุฑูุฌูุนู ุฅูููู ุฃูุจููููุง ููููููู ูููุง ุฃููููู ุจูููุชููู ุฃูุตููููู ููุนูุตูุจูุชููู ุงูููุฐูููู ุญูุฑูู ููุง ุงูุตููุฏูููุฉู ุจูุนูุฏููู ููุงูู ููู ููู ููู ู ููุงูู ููู ู ุขูู ุนูููููู ููุขูู ุนูููููู ููุขูู ุฌูุนูููุฑู ููุขูู ุนูุจููุงุณู ููุงูู ููููู ููุคููุงูุกู ุญูุฑูู ู ุงูุตููุฏูููุฉู ููุงูู ููุนูู ูDari Zaid bin Arqam, dia berkata "Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri khutbah di hadapan kami di sebuah mata air yang disebut Khum, di antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjungNya, menasehati, mengingatkan, lalu bersabda "Amma ba'du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya saya adalah manusia biasa, sudah dekat masanya utusan Rabbku datang lalu aku akan menyambut, dan aku meninggalkan tsaqalain dua perkara yang sangat berharga pada kamu. Yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, oleh karena itu pegangilah dan pegang-teguhlah ia. Dalam riwayat lain Kitab Allah itu adalah tali Allah, barangsiapa mengikutinya maka dia berada di atas petunjuk, dan barangsiapa meningalkannya maka dia berada di dalam kesesatan. Lalu beliau mendorong dan menyemangati untuk suka terhadap kitab Allah. Lalu beliau bersabda "Dan Ahli Bait-ku , aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang ahli bait-ku, aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang Ahli Bait-ku, aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang ahli bait-ku". Lalu Hushain berkata kepada Zaid "Dan siapakah Ahli Bait beliau itu wahai Zaid, bukankah istri-istri beliau termasuk Ahli Bait beliau?". Zaid menjawab "Memang secara umum istri-istri beliau termasuk Ahli Bait, tetapi ahli bait beliau adalah orang-orang setelah beliau yang diharamkan menerima zakat". Dalam riwayat lain "Maka kami bertanya 'Siapakah Ahli Bait beliau itu, apakah istri-istri beliau?". Dia menjawab "Tidak, demi Allah, sesungguhnya seorang istri itu terkadang bersama suaminya dalam suatu masa yang panjang, lalu suaminya menceraikannya, maka dia kembali kepada ayahnya dan kaumnya. Ahli Bait beliau adalah keturunannya dan 'ashabahnya keturunannya dari fihak laki-laki, yaitu orang-orang setelah beliau yang diharamkan menerima zakat. Hushain bertanya "Siapakah mereka". Zaid menjawab "Mereka adalah keluarga 'Ali, keluarga 'Aqil, keluarga Ja'far, dan keluarga 'Abbas". Hushain bertanya "Mereka semua ini diharamkan menerima zakat?". Zaid menjawab "Ya." HR Muslim 2408Dari hadis di atas ditarik kesimpulan bahwa Ahlul Bait ahli bait adalah "orang rumah" atau keluarga Nabi Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู . Dalam pengertian naqliyah, Ahlul Bait berarti keturunan Rasulullah yang diharamkan menerima Menyakiti Ahlul BaitBanyak sekali ayat Al-Qur'an dan Hadis yang melarang dan membenci Ahlu Bait Rasulullah dan menyakiti mereka. Habib Zein bin Smith Al-Alawi Al-Husaini mengatakan, setiap muslim yang ingin menyelamatkan imannya hendaklah berhati-hati, jangan sampai membenci salah seorang dari ahlu bait atau menyusahkan mereka sebab dapat membahayakan iman dan kehidupannya di ulama menyebutkan bahwa orang yang menyakiti Ahlul Bait berarti telah menyakiti Nabi Muhammad. Allah memberi ancaman dalam Al-Qur'anุฅู ุงูุฐูู ูุคุฐูู ุงููู ูุฑุณููู ูุนููู ุงููู ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ ูุฃุนุฏ ููู ุนุฐุงุจุง ุงููู ุง"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulยญNya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan." QS. Al-Ahzab 57. Di ayat sebelumnya ditegaskan "Dan tidak boleh kamu menyakiti hati Rasulullah." QS. Al-Ahzab 53Dalam Hadis, Nabi bersabda "Sesungguhnya aku memerangi orang-orang yang memerangi ahli baitku, dan aku memberi jaminan selamat kepada orang-orang yang berdamai dengan ahli baitku." HR at-Turmudzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim Baca Juga rhsloading...Saking sayangnya Rasulullah SAW kepada umatnya, beliau tak pernah ridha umatnya mendapatkan azab. Foto Ilustrasi/Ist Mungkin di antara umat Islam banyak yang belum tahu bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sangat mencintai umatnya. Saking cintanya kepada umatnya, beliau selalu memohon kepada Allah Ta'ala agar menyelamatkan umatnya. Hidupnya penuh dedikasi kepada umat, waktunya habis untuk memikirkan kemaslahatan umatnya. Berjuang untuk umat, mengorbankan air mata dan darah, bahkan nyawa dipertaruhkannya untuk umat. Sampai di ujung hayatnya, umat yang jadi prioritas perhatiannya. Di akhirat pun, umat yang beliau cari untuk diberikan syafaatnya. Cintanya benar-benar tulus kepada umat. Baca Juga Berikut beberapa bukti nyata kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya sebagaimana dikutip dari Buku "Manusia Yang Tidak Seperti Manusia" karya Ustaz Ahmad Zarkasih Lc pengajar Rumah Fiqih Indonesia. Baca Juga 1. Berdoa untuk Umatnya Setiap kisah menarik yang terekam dalam banyak kitab hadis, salah satunya apa yang tertulis dalam kitab shahih-nya Imam Ibn Hibban. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW sedang berbincang santai di rumahnya bersama Sayyidah 'Aisyah radhiallahu 'anha RA.Beliau Aisyah mengatakan "Ketika aku memandang wajah Nabi SAW , terasa ketenangan dalam diri, lalu aku katakan kepada beliau" "Ya Rasul, berdoalah kepada Allah untuknya". Kemudian Nabi SAW mengangkat tangannya berdoa kepada Allahููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููุนูุงุฆูุดูุฉู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจูููุง ููู ูุง ุชูุฃูุฎููุฑูุ ู ูุง ุฃูุณูุฑููุชู ููู ูุง ุฃูุนูููููุชู"Ya Allah, ampunilah 'Aisyah, seluruh dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dosanya yang terlihat dan yang tersembunyi".Mendengar doanya Nabi SAW itu, 'Aisyah kemudian tersenyum lebar, dan tertawa. Saking senangnya, sampai-sampai ia menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nabi SAW . Kemudian beliau mengatakan"Senangkah engkau dengan doaku tadi?" Sayyidah 'Aisyah menjawab "Bagaimana mungkin aku tidak gembira dengan doamu Ya Rasulullah ?"Beliaukemudian meneruskan "Demi Allah, itulah doaku untuk umatku setiap salat". HR Ibn HibbanPedulinya Rasulullah SAW kepada umatnya. Padahal setiap hari sudah berdakwah menyampaikan syariat agar umat terhindar dari perbuatan zalim dan dosa bahkan kesyirikan. Tapi toh kalaupun tetap ada umatnya yang menolak dakwah dan akhirnya jatuh pada kemaksiatan, masih juga didoakan oleh Rasulullah SAW .2. Tetap Mendoakan Walau semua kita ingat bagaimana cerita Rasulullah SAW yang datang ke Thaif untuk berdakwah. Alih-alih pesan dan nasihatnya didengar, Nabi SAW malah mendapatkan lemparan batu yang akhirnya melukai wajah dan datanglah bantuan dari Allah dengan diturunkannya Malaikat Jibril AS. Jibril menawarkan 'jasa pelayanan' untuk beliau guna membalas apa yang sudah dilakukan oleh bangsa Thaif yang tidak menghormati Nabi sama sekali. Jibril menawarkan kepada Nabi SAW untuk menghancurkan kaum Thaif tersebut dengan gunung yang siap orang yang sedang dalam keadaan terdesak dan dalam posisi lemah, tentu tawaran tersebut sangat baik untuk diterima. Agar mereka orang-orang zalim tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu akan berbalik kepada mereka berupa penderitaan. Itu watak manusia biasa yang maunya jika dizalimi akan balas menzalimi juga. Tapi berbeda dengan Nabi Muhammad SAW .Bukannya mengamini apa yang ditawarkan oleh Jibril AS, beliau justru menolak dan memilih untuk mendoakan kaum Thaif tersebut. Darah akibat luka masih mengalir di wajahnya. Rasulullah mengangkat tangan lalu mengatakan"Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan juga tidak untuk menjadi orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru doa dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui". HR Al-Baihaqi dalam Syuโab al-ImanIndahnya akhlak Rasulullah di waktu dan kondisi yang secara manusiawi sangat wajar orang itu marah setelah mendapatkan banyak luka akibat kezaliman orang lain. Tapi Nabi SAW memang tidak diutus untuk membalas keburukan dengan keburukan. Tapi beliau diutus oleh Allah Ta'ala sebagai agen kebaikan dan penyebar kasih sayang. Baca Juga 3. Selalu Memohon Keselamatan UmatKalau ditanya tentang siapa orang yang paling mengasihi diri kita? Normalnya kita akan menjawab ia adalah ibu kita semua. Itu benar dan tidak salah. Akan tetapi kita juga harus tahu bahwa Nabi SAW jauh lebih sayang dan paling mengasihi kita lebih dari siapapun di dunia ini. Dalam sebuah riwayat yang masyhur, termasuk riwayat Imam Ahmad dan juga dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah, disebutkan bahwa setiap malam dalam salatnya, Nabi SAW tidak berhenti meminta kepada Allah untuk memberikan ampunan pembebasan azab untuk Abu Dzar RA mengatakan "Aku mendengar Nabi SAW satu malam dalam salatnya, ia membaca dan mengulang-ngulan firman Allah di setiap ruku' dan sujudnya "Jika engkau mengazab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya memang Engkau maha pengampun lagi maha bijaksana". Al-Maidah 118Abu Dzar RA kemudian bertanya "Wahai Rasul, sejak malam tadi engkau mengulang ayat itu di setiap rukuโ dan sujud mu, sampai waktu subuh datang. Ada apa gerangan?" Nabi SAW menjawab "Aku memohon syafa'at kepada Allah untuk umatku. Dan itu dikabulkan oleh-Nya bagi mereka yang tidak menyekutukan-Nya". HR Ibn Abi Syaibah dan Ahmad4. Menangis untuk riwayat Imam Muslim, diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash RA, Nabi SAW pernah menangis di hadapannya ketika membaca ayat Allah "Sesungguhnya berhala-berhala tersebut banyak menyesatkan manusia. Dan siapa yang mengikuti ku, mereka adalah golonganku". Ibrahim ayat 36Dan beliau pun menangis kembali ketika membaca ayat Allah yang lain "Jika engkau mengadzab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya memang Engkau Maha pengampun lagi Maha bijaksana". Al-Maidah 118
Menyenangkanorang Jika engkau di desa senangkanlah orang desa. Jikau kau di kota senangkan orang kita. Jika kau miskin sabarlah. Jika kau kaya kau juga diminta untuk menyenangkan orang kaya maupun orang miskin. Jika kau memerintah kau juga diminta untuk menyenangkan mereka yang kau perintah dan di bawah kekuasaanmu.Pesan Nabi Muhammad untuk Muadz. Foto Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah ilustrasi. JAKARTA-Abdillah Firmanzah Hasan dalam bukunya Ensiklopedia Amalan Nabi SAW Kematian, Ahlakul Karimah, Dzikir dan Doa, mengatakan, Rasulullah SAW sangat menaruh perhatian lebih terhadap ucapan lisan umatnya. Karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan. Rasulullah SAW pernah menasehati Muadz Bin Jabal ra? "Maukah aku beritahu kepadamu tentang kunci semua perkara itu?" Jawab "ya, wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, "Jagalah ini." Aku bertanya "Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut disiksa karena apa yang kami katakan?" Maka beliau bersabda, "Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang diseret mukanya atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka. HR Tirmidzi.Beliau juga bersabda, "Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat." HR Bukhari dan Muslim. Abdillah Firmanzah Hasan menyampaikan, hadits di atas menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dalam perkataan kita. Maka dari itu sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu manfaat dan mudhorotnya atas apa yang akan sampai lisa itu menggelincirkan dan menyakitkan orang yang mendengarnya. Berapa banyak konflik dan perselisihan yang mengemuka akibat ketidakmampuan menjaga lisan. "Sebaliknya, jika apa yang diucapkan memberi manfaat positif secara duniawi dan ukhrawi maka Allah memberi keutamaan berupa surganya," yang diriwayatkan dari Sahl bin Saad menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Barang siapa saja yang menjamin bagiku terjaganya sesuatu yang berada di antara dua tulang rahangnya lidahnya ada sesuatu yang berada di antara dua kaki kemaluannya aku menjamin surga baginya. Hadits Bukhari. Sebab Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan umatnya untuk tidak mengabaikan kiprah-kiprah yang bisa dilakukan di dunia. Sebagai gambaran, banyak sahabat beliau yang kaya raya. Namun, kekayaan mereka tidak sampai membutakannya untuk selalu mengabdi sebagai hamba Allah serta berupaya taat dan takwa kepada-Nya.